senin


TIDAK SEKEDAR MENGUNYAH

CABIK, POTONG DAN KUNYAH

Betapa bahagianya seorang yang diberikan nikmat dengan selayaknya gigi manusia, berstruktur rapi dan berfungsi dengan baik. Ada gigi yang memang di setting untuk mencabik, merobek daging. Berbentuk runcing sehingga akan mudah untuk melakukan tugasnya mencabik – cabik. Bentuk lain adalah seperti kapak batu sebelum logam dimanfaatkan maksimal seperti saat sekarang ini. Untuk melembutkan makanan agar mudah dicerna sebelum masuk kedalam kerongkongan supaya dapat diproses dengan baik. Dari perihal ini saja sudah sangat membuktikan bahwa Alloh subhanahu wata’ala benar – benar memperhatikan detail proses penciptaan manusia.

Silahkan dibayangkan bagaiman jika letak, posisi dari tiga jenis gigi berdasarkan fungsiya itu tertanam dalam gusi dengan susunan yang berantakan. Tidak selayaknya, gigi geraham ditempatkan di posisi gigi taring. Dan gigi taring di posisikan pada tempat yang tidak semestinya. Pastinya tampak mengerikan.

Bukan sekedar mengunyah, gigi dengan strukturnya mempunyai pengaruh dalam intonasi keluarnya suara setiap orang. Bila kita belajar makhroj al huruf[1] dari huruf hijaiyah setiap hurufnya mempunyai sumber suara yang berbeda.

Bandingkan saja seorang dewasa yang masih bergigi lengkap dengan seorang tua yang sudah banyak tanggal dari gusi giginya. Adakah perbedaannya. Begitu banyak bukti kebesaran Alloh subhanahu wata’ala yang melekat pada tubuh kita, dan hampir seluruhnya adalah cerminan dari ke-Maha Kuasaan Alloh subhanahu wata’ala. Kenapa tidak kita baca sehingga setiap detik semakin dekat dengan Alloh subhanahu wata’ala.[2]

Perasaan tidak menentu dan uring – uringan terjadi disaat sakit gigi datang, disebabkan karena baru akan tumbuh, goyang dan akan tanggal, pastinya tidak enak untuk melakukan beragam aktivitas, dan merasa seolah menjadi manusia paling menderita sedunia. Ini terjadi karena kita kurang menghargai gigi kita sendiri, makan tidak melihat kapasitas gigi, makanan masih panas, atau terlalu dingin atau setelah memakan makanan panas langsung disambung dengan minum yang terlalu dingin, sehingga sensitivitas gigi dan gusi sangat terganggu. Anehnya hal seperti ini sering dilakukan, dan mengumpat sendiri apa yang telah kita perbuat. Sebab kesakitan yang kita rasakan.

Karena dalam proses awal, gigi mempunyai peran penting dalam pencernaan, maka akan sangat excellent bila perawatan gigi diprioritaskan, minimal dengan menyikat gigi sebelum tidur, berkumur setelah makan.



PINTU GERBANG MAKANAN

Kenapa masih saja tidak ada ucapan syukur atau sekedar terimakasih kepada Alloh subhanahu wata’ala dengan setiap kondisi saat ini, apapun itu. Bersyukurlah dengan apapun kondisi mulut kita yang masih berfungsi sebagai gerbang utama dari masuknya makanan kedalam tubuh. Berapa banyak orang yang kenyang tanpa bisa mengunyah makanan yang sama enaknya, karena makanan hanya bisa melalui slang disuntikan langsung ke dalam perutnya.

Kelupaan seolah menjadi sangat akrab dengan kondisi saat ini, memang benar, kebermanfaatan fungsi akan lebih terasa penting disaat perihal atau benda tersebut hilang. Hanya penyesalan yang menemani. Ingat bahwa Alloh subhanahu wata’ala menitipkan apa yang ada pada kita, termasuk seluruh komponen pada tubuh anda, dan semua itu akan menjadi bahan pertanyaan utama dalam pesidangan untuk menanggung segala perbuatan yang akan dibalas dengan segala balasan[3]. Jika memang terawat dan menjadikan optimal dalam rangka mendekatkan diri kepada Alloh subhanahu wata’ala dapat dibalas dengan surga.

Mulut sebagai pintu gerbang masuknya makanan kedalam tubuh kita, memiliki peranan yang tidak lagi sekedar mengunyah, apabila disetiap gigitan dan kunyahan terawali dengan bacaan lafazd basmallah[4], serta makanan yang bersumber dari perihal yang baik, halal tentunya. Sangat indah tentunya bila setiap suapan yang masuk menjadi bernilai ibadah disisi Alloh subhanahu wata’ala, dan kita sendiri bakalan kerepotan atas perhitungan dari setiap kunyahan untuk tiap bulannya dengan ganjaran yang akan kita terima. Maha besar Alloh dengan segala rahmat dan keperkasaanNya.


[1] Bahasa arab – keluarnya suara sesuai pengucapan huruf
[2] QS Al ‘Alaq [96] ayat 1 dan 2 – bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
[3] QS An Nahl [16] ayat 97 – Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

[4] Terjemahan hadist Shahih Muslim jilid I, II, III & IV [no.1940] – Dari Jabir bin ‘Abdullah r.a. katanya dia mendengar Rasululloh saw. Bersabda: “apabila seseorang membaca Basmallah ketika hendak masuk rumah dan ketika hendak makan, maka berkata setan kepada kawannya. “malam ini tidak ada tempat kalian bermalam dan tiada ada pula makan malam”. Apabila orang itu tidak menyebut Basmallah ketika hendak masuk rumahnya, maka berkata setan (kepada kawannya). “mala mini kalian mendapat tempat bermalam”. Dan apabila dia tidak menyebut Basmallah ketika hendak makan, berkata pula setan kepada kawan-kawannya, “sekarang kamu dapat tempat serta makan malam.”